Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2016





Demi mencetak kader muda NU yang tangguh, profesional serta bermartabat maka perlu diadakan pelatihan. Dengan landasan inilah PAC Kayen Kidul mengadakan latihan kader muda (LAKMUD) di Masjid Al-Huda Desa Sambirobyong Kayen Kidul Kediri pada tanggal 27-31 Desember 2015. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai pimpinan anak cabang di Kabupaten Kediri.
Kegiatan tersebut dimulai sejak hari minggu malam hingga kamis dini hari. Dengan antusiasme para peserta mengikuti pelatihan tersebut hingga akhir. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan yang bersamaan dengan kegiatan maulid nabi di masjid tersebut. Dan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan Lakmud yang dihadiri oleh pimpinan anak cabang Kayen Kidul serta pimpinan cabang Kab. Kediri. Kemudian diisi dengan kegiatan wawancara dengan pertanyaan pokok yaitu visi dan misi para peserta mengikuti kegiatan tersebut hingga tengah malam dan dilanjutkan istirahat.

Dipagi hari berikutnya dilakukan kegiatan sesuai dengan skedjule acara yang telah disiapkan oleh panitia yang bekerja sama dengan tim instruktur dari PC Kabupaten Kediri. Didalam pelaksanaan kegiatan tersebut tentunya ada berbagai kendala yang menghambat jalannya kegiatan tersebut. Hal ini dakarenakan kurangnya profesionalitas yang dimiliki oleh panitia, karena mayoritas kepanitian disini adalah anggota baru. “Berhubungan kami adalah kepengurusan yang baru, yang jadi kendala adalah profesionalitas dari panitia sendiri yang kurang walaupun ada hal lain seperti pendanaan. Tetapi itu semua bisa tertutupi oleh kekompakan dari NU serta banom-banomnya, sehingga dapat terlaksana dengan lancar dan sukses” ungkap Fajrur Ihzan selaku ketua panitia.
Walaupun terjadi ketidak profesionalitasan dari dari anggota kepanitiaannya tetapi dengan komunikasi yang baik antara NU dengan Banom-banomnya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Memang, kekompakan antara NU dengan Banom-banomnya di PAC Kayen Kidul ini patut diacungi jempol dikarenakan komunikasi antara semua pihak betul-betul dijaga. Sehingga dalam menyelenggarakan suatu kegiatan dengan kompak semua pihak bekerja sama mensukseskan kegiatan tersebut.
Didalam pelatihan ini, peserta dilatih untuk menjaga serta memelihara kebersamaan dan kekompakan. Adapun seperti melatih mental serta rasa tanggung jawab juga tak ketinggalan. Diakhir sesi diadakan pentas seni serta jurit malam sebelum pembaiatan. Dengan pelatihan ini semoga dapat menumbuhkan kader-kader muda yang potensial, profesional serta bermartabat. Karena kader muda yang terbentuk sekarang adalah penerus dimasa mendatang.

Kamis, 12 November 2015






Tehnikal Meeting: para peserta sedang mengikuti Tehnical Meeting


IPNU-IPPNU PAC Kec. Grogol Bersilaturrohmi Dengan Festival Anak Sholeh

Kerinduan akan kebersamaan antar anggota di tingkat ranting maupun tingkat anak cabang di PAC IPNU-IPPNU Kec. Grogol seakan terobati dengan terlaksananya kegiatan Festival Anak Sholeh. Pasalnya, kegiatan yang dilakukan pada hari ahad (8/11) dapat berjalan dengan lancar serta antusias dari semua ranting yang tinggi. Walapun kegiatan dngan persiapan yang bisa dibilang pas-pasan ini mengalami banyak kendala dikarenakan koordinasi yang kurang maksimal antar anggotanya.
Memang, sudah begitu lama di PAC Kec. Grogol telah fakum dengan kegiatan. Yang pada akhirnya menggerakkan Nur Cholis, selaku Ketua PAC IPNU-IPPNU Kec. Grogol, menggagas untuk membuat kegiatan yang dapat mengumpulkan serta menghidupkan kembli keanggotaan PAC IPNU-IPPNU Kec. Grogol. Seperti yang dikatakn Cholis bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ajang silaturrohim antar anggotanya. “Tak hanya itu mas, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali potensi-potensi yang ada serta mengkaderisasi keanggotaan PAC ini”, imbuhnya. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, silaturrohim antar anggotanya dapat terjalin dengan baik.
Kegiatan yang diikuti hampir semua ranting di Kec. Grogol tersebut bukannya tidak menemui kendala, tetapi justru banyak kendala yang dikarenakan kefakuman dari kegiatan di PAC tersebut. “Sebenarnya kegiatan ini telah dirancang sedemikian rupa dengan konsep yang sangat baik, tetapi karena kurangnya koordinasi antar anggota yang kurang begitu maksimal dampaknya ya beginilah” ungkap Fatoni dengan nada pasrah. Fatoni, selaku Koordinator kegiatan tersebut, menambahkan bahwa bertepatan dengan memperingati tahun baru hijriah yang ke1436 ini  diharapkan mampu menggugah semangat para pelajar NU khususnya untuk berkarya serta berprestasi demi menyokong bangkitnya NU serta Nusantara (Indonesia) ini dari akidah serta pemikiran yang menjatuhkan nilai-nilai keASWAJAan serta dasar-dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 Festival anak sholeh ini diawali dengan kegiatan istighosah dan dilanjutkan dengan kegiatan pelombaan-perlombaan. Perlombaan tersebut antara lain lomba adzan, membuat kaligrafi, serta cerdas cermat agama. Walaupun hanya dengan tiga macam lomba, tetapi sudah cukup meriah. Hal ini terbukti dengan keceriaan yang tergambar di wajah para peserta. Dan kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama yang  dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba yang telah laksanakan hampir setengah hari tersebut.

Kebersamaan: para pserta lomba nampak asyik dalam kebersamaan ketika makan bersama.

Makan Bersama: Suasana makan bersama dengan mengajarkan pola kebersamaan.

Berkarya: para peserta sedang menunjukkan aksinya menggoyangkan pena untuk menyajikan karya yang terbaik serta seindah mungkin.





SERIUS: salah satu dari peserta lomba kaligrafi sedang serius menyelesaikan karyanya 
 
Diskusi: Salah satu tim cerdas cermat agama sedang berdiskusi dengan anggotanya.



Kamis, 05 November 2015

Lantunan ayat  Al-Qur’an yang dibacakan para santri di Pon.Pes. Al-Ihlas jum’at sore minggu kemarin berlangsung dengan hikmat. Acara tersebut diselenggarakan di salah satu rumah santri. Kegiatan yang sudah menjadi rutinan ini di ikuti semua santri dan sebagian ustazd di pondok tersebut.
Kegiatan yang sudah menjadi tradisi di pesantren itu sudah di mulai sejak berdirinya pondok pesantren tersebut. Kegiatan ini dilakukan semata-mata riadloh dan hormat ta’zdim kepada pak Kiyai selaku pengasuh pondok. Karena kegiatan ini dulu yang membentuk adalah pak  Kiyai. Ketua jamaah khotmil Qur’an Arwani mengatakan kegiatan ini dulu yang mengadakan adalah pak Kiyai, jadi kegiatan ini untuk menjaga tradisi yang dibentuk oleh pak Kiyai.
Walaupun tradisi ini yang sudah dianggap kuno, tetapi masih tetap berjalan hingga sekaraang ini meskipun masih ada kekurangan. Hal ini tak lepas dari perjuangan dan kerja keras untuk menjaga tradisi tersebut. Arwani menambahkan kegiatan ini masih banyak kekurangan, seperti pengumpulan dana dan minat yang masih kurang. Tetapi hal itu sudah wajar jika kurangnya minat para santri. Karena sudah mengalami perkembangan zaman yang serba modern ini.

Arwani berharap semoga untuk generasi berikutnya bisa lebih baik dari sekarang. Karena ini adalah bekal untuk terjun di masyarakat kelak.
Semangat: Para santri memngikuti kegiata khotmil Qur'an dengan penuh semangat.

Khusyuk: Para santri ini membaca Al-Qur'an dengan khusyuk serta penuh penghayatan.


Hari selasa(03/11) pukul sebelas siang dimulailah pembukaan acara Peltihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) di gedung Aula Ma’had Aly Tribakti Kediri. Ada yang beda dari acara pembukaan tersebut yang membuat unik. Walaupun demikian, pembukaan PJTD tersebut tetap berjalan lancar.

Kgiatan tersebut menjadi beda di karenakan si pemandu lagu yang notabennya perempuan harus diisi oleh seorang laki-laki, entah dikarenakan ketidak siapan dari petugas yang bersangkutan atau kurangnya koordinasi antar panitia.  Walaupun sempat terhenti sejenak karena petugas yang brsangkutan dipanggil tidak datang, dengan sigap seorang panitia langsung melangkahkan kakinya menuju podium yang telah di sediakan untuk memandu lagu. Ahirnya acara dapat berjalan dengan lancar dan pnuh hikmat.

Acara yang memiliki tema ‘menumbuhkan budaya kliterasi menuju mahasiswa produktif’ tersebut dilaksanakan didasari dengan keprihatinan terhadap buruknya budaya literasi di Indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh Hafizd Fahrur selaku ketua panitia kegiatan tersebut.“Budaya literasi indonesia sekarang ini menempati urutan terburuk nomor dua dunia, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mebangkitkan budaya literasi di Indonesia”, ungkapnya. Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa kenyataannya memang demikian. Hal ini di buktikan dengan memudarnya budaya menulis, berdiskusi, membaca, danlain sebagainya. Hal inilah yang membuat semangat atau motivasi untuk mengadakan PJTD ini.

Disambung dengan Isnan, selaku Litbang Pers Mahasiswa Tribakti, bahwa kegiatan yang rencananya dilaksanakan dari tnggal 3 hingga tanggal 5 November tersebut merupakan langkah awal enuju gerbang  literasi Indonesia maupun jurnalisme yang lebih produktif. Karena selama tiga hari kedepan peserta akan digembleng untuk mengetahui serta mempraktikkan bagaiman proses seorang jurnalis mencari berita hingga menyajikannya kepada publik. Sehinnga peserta pelatihan ini dilatih untuk menjadi seorang jurnalis yang lebih produktif. Dengan demikian pelatihan ini sangat membantu mahasiswa baru yang memang terjun di bidang tersebut.

“Memang literasi Indonesia saat ini menempati urutan enampuluh tiga dari enampuluh emmpat negara yang di jadikan survey” ungkap Asep selaku alumni Lembaga Pers Mahasiswa Tribakti. Selama sepuluh tahun terakhir ini semangat literasi Indonesia telah di rintis oleh Heri Indrayana Haris Siroy yang disapa Hulabong. Dengan kegigihan beliaulah Indonesia mulai menapaki semangat literasi. Sampai dengan ungkapannya bahwa “Kita Berkewajiban untuk Berliterasi”. karena dengan berliterasi dapat membantu untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui sebelumnya. /ARA.
 

Antusias: Pembukaan acara Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) di gedung aula Ma'had Aly Tribakti Kediri diikuti peserta dengan antusuas dan penuh hikmat.