Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2015

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmatnya dalam kesempatan yang berbahagia ini kita masih di beri nikmat dan karunia oleh Nya. Di dalam pembahasan makalah kali ini bertajuk seperti yang tertera di Cover, dengan itu kami berfokus dalam materi seperti yang akan kita bahas nanti.
            Makalah yang tersusun ini sebagai tugas mata kuliah Manajemen SDM I, dengan berbekal apa yang ada dalam Referensi yang ada. Selanjutnya kami banyak mengucapkan terimakasih kepada bapak Untung Khoirudin,M.PdI. sebagai dosen Pengampu mata kuliah Manajemen SDM I, dan juga kepada rekan-rekan semuanya yang telah berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
            Selanjutnya kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini bukanlah sesuatu yang terjadi begitu sempurna, masih banyak kekurangan yang memang iu adalah dari kami sendiri, harapan kami memohon untuk memberikan kritikan atau saran yang bersifat membangun. Akhirnya kami ucapkan terimakasih.


Kediri, 30 Oktober  2015















DAFTAR ISI
1.      Halaman sampul
2.      Kata pengantar
3.      Daftar Isi
4.      BAB I Pendahuluan
a.       Latar belakang
b.      Rumusan Masalah
c.       Tujuan
5.      BAB II Pembahasan
6.      BAB III Penutup
a.       Kesimpulan
b.      Kritik atau Saran
7.      Daftar Pustaka
















BAB I PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Faktor pertama yang harus diperhatikan dalam sebuah organisasi adalah manusia. Ia merupakan aset termahal dan terpenting. Ibaratnya manusia merupakan urat nadi kehidupan dalam organisasi, karena eksistensi sebuah organisasi ditentukan oleh faktor manusia yang mendukungnya.
Walaupun dalam perkembangannya, manusia pernah diperlakukan hanya sebagai alat semata yang nilainya tidak jauh dengan alat produksiuntuk mencapai hasil yang maksimal. Namun demikian tidak dapat dinafikkan bahwa kunci keberhasilan sebuah organisasi bukan terletak pada alat-alat yang mutakhir yang digunakan, akan tetapi terletak pada manusia yang berada dibalik alat atau sumber daya tersebut. Tepat kiranya adagaum “the man behind the gun” menjadi jargon sepanjang zaman dengan instrumen alat yang serba otomatis dan bertehnologi tinggi. Jadi, tidak heran jika sumber daya manusia akan terus relevan ditempatkan pada sentral organisasi.
Pentingnya sumber daya manusia memicu akan keberhasilan suatu organisasi atau lembaga tertentu. Dengan begitu bahwa manajemen sumber daya manusia ini merupakan hal terpenting yang harus dimiliki setiap individu maupu kelompok demi ingin tercapainya hasil yang maksimal dari apa yang telah dilakukan yang berhubungan dengan manajemen.
Bersatu padu dalam segala bidang pun yang dilakukan oleh berbagai organisasi tidak akan bisa mendapatkan hasil yang maksimal tanpa   kualitas SDM nya. Jadi intinya pada pertemuan kali ini kiat akan membahas tentang pentingnya manajemen Sumber daya manusia, dan kita akan melihat penjelasan pada makalah ini.

B.      Tujuan
1.          mengetahui sedikit banyaknya tentang kepentingan terhadap Menejemen Sumber Daya Manusia ?
2.         Memahami keadaan Menejemen Sumber Daya Manusia dalam suasana pemerintahan Indonesia yang lebih  spesifiknya ?
3.         Memahami Menejemen Sumber Daya Manusia dilihat dri berbagai pendekatan Multidimensial ?



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Sekilas Pentingnya Sumber Daya Manusia di Indonesia
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan  bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur Sumber Daya Manusia. Tugas Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya.
Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga lainnya, baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia. Akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi bersangkutan. Oleh Karena itu, perlunya pengembangan sumber daya manusia dinegara kita, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang begitu banyak, yang merupakan sumber produktif potensial dapat diubah menjadi  sumber produktif yang nyata. Demikian pula perhatian yang semakin besar di Indonesia, terhadap manajemen oleh lembaga-lembaga swasta diharapkan akan mampu membawa dampak positif terhadap perkembangan ekonomi dan perusahaan pada masa yang akan datang.  
Kontinuitas pembangunan yang dilakukan sekarang di Negara kita, betapa pun hanya dapat dipertahankan bila kualitas sumber daya manusia yang ada, mendapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun dari kalangan swasta. Disinilah letak Manajemen Sumber Daya Manusia akan berperan aktif untuk membina manusia agar menjadi bermanfaat dalam berbagai macam pekerjaan. Sehingga Manajemen Sumber Daya Manusia akan menjadi penting dalam meningkatkan mutu manusia agar lebih baik serta berguna untuk kedepannya.



B.     Pentingnya Sumber Daya Manusia Melalui Pendekatan Multidimensional
1.        Pendekata Politik
Menggunakan pendekatan politik dalam memahami gejala semakin besarnya perhatian pada manajemen sumber daya manusia antara lain berarti mengkaitkan raison d’etre suatu Negara bangsa. Berarti  pendekatan politik melihat manajemen sumber daya manusia secara makro yang dapat dipastikan mempunyai dampak terhadap manajemen sumber daya manusia secara mikro.
Pendekatan politk terhadap pemahaman pentingnya manajemen sumber daya manusia berangkat pula dari keyakinan yang semakin mendalam dikalangan para politisi bahwa asset terpenting yang dimiliki oleh suatu Negara bangsa adalah sumber daya manusianya. Pengamatan yang amat kasual saja tentang pengalaman banyak Negara sudah membuktikan kebenaran pendapat tersebut.
Logikanya ialah bahwa Negara-negara yang sekaligus memiliki sumber daya, kekayaan alam dan sumber daya manusia lebih mudah lagi mencapai kemajuan yang didambakan oleh masyarakatnya. Tanpa manajemen sumber daya manusia yang handal, pengelolaan, penggunaan dan pemanfaatan sumber-sumber lainnya menjadi tidak berdaya guna dan berhasil guna. Dalam situasi demikian tidak mustahil gambaran tentang usaha pencapaian tujuan nasional menjadi kabur yang pada gilirannya dapat berakibat pada kegelisahan atau keresahan di kalangan masyarakat.
2.        Pendekatan Ekonomi
Mungkin dapat dikatakan bahwa pendekatan ekonomi merupakan pendekatan yang paling erat hubungannya dengan pemahaman meningkatnya perhatian semakin banyak orang pada manajemen sumber daya manusia.
Dikatakan demikian karena sumber daya manusia sering di pandang sebagai salah satu factor produksi dalam usaha menghasilkan barang atau jasa oleh satu kesatuan  ekonomi. Alas an lain ialah bahwa salahsatu criteria utama yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan ialah takaran ekonomi.
3.        Pendekatan Hukum
Salah satu indicator kehidupan masyarakat modern adalah semakin tingginya kesadaran para warga masyarakat akan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing.
Instrument utama untuk menjamin keseimbangan tersebut adalah hukum. Artinya, hak para warga Negara di jamin dalam peraturan perundang-undangan. Berarti diperlukan pengaturan agar keseimbangan antara hak dan kewajiban para warga masyarakat, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, tetap terjamin.
4.        Pendekatan Sosiokultural
Pemahaman tentang semakin besarnya perhatian makin banyak pihak terhadap manajemen sumber daya manusia juga memerlukan pendekatan sosio-kultural. Pendekatan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan harkat dan martabat manusia. Alasan utama lainnya ialah karena meskipun benar bahwa teori manajemen, termasuk manajemen sumber daya manusia, bersifat universal, penerapan tidak pernah bebas nilai.  
5.        Pendekatan Administratif
Salah satu ciri yang paling menonjol dari abad sekarang ini ialah terciptanya berbagai jenis organisasi. Apapun yang telah dicapai oleh umat manusia dalam berbagai macam dan bidang kehidupan kesemuanya itu di capi dengan pemanfaatan organisasi.
Karena itulah manusia modern ini sering disebut sebagai manusia organisasional. Dan sebagaimana di ketahui manusia organisasional-lah yang menjadi focus analisis pendekatan administrative. Dengan kata lain, terdapat hubungan ketergantungan antara manusia dengan organisasi dalam arti bahwa manusia tidak lagi mungkin mencapi berbagai tujuannya tanpa menggunakan jalur organisasional dan sebaliknya setiap organisasi akan mencapi tujuannya dan sasarannya  melalui usaha kooperatif sekelompok orang didalamnya.
6.        Pendekatan Tehnologikal
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai dampak yang sangat kuatterhadap manajemen sumber daya manusia. Dilihat sepintas lalu, dampak tersebut dapat dikatakan bersifat negative karena kesan yang segera timbul ialah bahwa pemanfaatan berbagai hasil temuan di bidang teknologi berakibat pada berkurangnya kesempatan kerja karena semakin banyak kegiatan yang tadinya dilakukan oleh manusia kini diambil alih oleh berbagai jenis mesin.
Berarti kunci keberhasilan pendekatan teknologikal terletak pada kearifan manusia menggabungkan kemajuan dibidang teknologi dengan manajemen sumber daya manusia yang berangkat dari harkat martabat manusia.  Dalam konteks demikianlah sering ditonjolkan pentingnya pemilihan teknologi tepat guna. Kesemuanya itu bermuara pada satu hal, yaitu tuntutan yang semakin kuat terhadap peningkatan kemampuan mengelola sumber daya manusia.

C.   Berbagai Pencapaian Tujuan Bagi Manajemn Sumber Daya Manusia
1.        Pencapaian Tujuan Masyarakat
Dalam bidang apapun suatu organisasi bergerak, dalam arti yang sebenarnya ialah menghasilkan suatu produk atau jasa bagi kelompok-kelompok tertentu dimasyarakat. Artinya produk tersebut baik berupa barang atau jasa harus diinterpretasikan dalm arti luas dan tidak terbatas pada pengertian klasik, yaitu dalam arti barang atau jasa yang hanya dihasilkan oleh organisa si-organisasi yang bergerak dibidang keniagaan saja.
Dengan interpretasi yang demikian jelas terlihat bahwa tidak ada satu pun organisasi yang dapat mempertahankan eksistensinya dan melestarikan keberadaannya tanpa mengkaitkan tujuan organisasi dengan tujuan masyarakat luas. Artinya, tidak ada organisasi yang bisa memperahankan dan melanjutkan eksistensinya dalam keadaan terisolasi dan tanpa konteks. Berarti manajemen  setiap organisasi harus memiliki kepekaan terhadap tuntutan sosial yang ditujukan kepada organisasi yang bersangkutan.
2.        Pencapaian Tujuan Organisasi
Manajemen sumber daya manusia yang baik ditujuakan kepada peningkatan kontribusi yang dapat diberikan oleh para pekerja dalam organisasi kearah tercapinya tujuan organisasi. Dibentuknya  satuan organisasi yang mengelola sumber daya manusia dimaksudkan bukan sebagai tujuan, akan tetapi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja organisasi sebagai keseluruhan.
3.        Pencapaian Tujuan Fungsional
Yang dimaksud dengan pencapaian tujuan fungsional dalam bidan manajemen sumber daya manusia ialah keseluruhan langkah dan prosedur yang harus ditempuh oleh satuan kerja yang mengelola sumber daya manusia dalam organisasi sedemikian rupa sehingga sumber daya manusia yang terdapat dalam organisasi mampu memberikan kontribusinya yang maksimal.
4.        Pencapaian Tujuan Pribadi
Bekerja bagi suatu organisasi dengan memperoleh imbalan juga biasanya didasarkan keyakinan bahwa dengan bekerja pada organisasi atau perusahaan itu seseorang akan dapat memuaskan berbagai kebutuhannya, tidak hanya dibidang material, seperti sandang, pangan, dan papan dan kebutuahan kebendaan lainnya. Akan tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya bersifat sosial, prestise, kebutuahn psikologis dan intelektual.
Jelaslah bahwa pada mulanya motif seseorang memasuki berbagai organisasi adalah pencapaian tujuan dan pemenuhan kepentingan pribadi. Hal demikian adalah wajar dan merupakan gejala yang universal. Akan tetapi dalam meniti kariernya, seseorang harus mau dan rela melakukan berbagai jenis penyesuaian yang diperlukan akan seseorang diterima sebagai anggota organisasi yang dihormati.
Artinya yang kemudian harus terjadi ialah kesediaan semua anggota organisasi sebagai individu untuk membawa tujuan dan kepentingan pribadinya kepada tujuan dan kepentingan lebih luas, yaitu kepentingan bersama dan kepentingan organisasi sebagai keseluruhan, bahkan juga kepentingan masyarakat luas.



D.Manfaat Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, sebagai cabang dari manajemen dan seperti dibatasi dimuka adalah satu jenis ilmu, dan termasuk terapan, seharusnya dengan memahaminya, seseorang akan dapat mempedomani prinsip-prinsip atau kebenaran atas dasar yang dikemukakan dalam kehidupan nyata perusahaan untuk mencapai hasil tertentu.
Namun ternyata, prinsip-prinsip yang dikemukakan oleh manajemen sumber daya manusia banyak ditemukan melalui praktek dan observasi umum tanpa penelitian dan eksperimentasi yang cukup diawasi sehingga disngsikan validalitasnya, dan oleh karenanya hanya dapat diberi label generalisasi yang berguna atau konsep teoritis saja. Tambahan juga karena objeknya manusia, bukan benda matii, maka hubungan sebab akibat hanya estimasi saja.
Pedoman-pedoman pokok yang terdapat dalam manajemen sumber daya manusia jelas dan pasti dapat menambah pengetahuan dan keterampilan untuk bekerja melalui orang lain. Kehidupan organisasi untuk bagian yang lebih besar digerakkan oleh sumber daya manusia, bahkan sumber daya manusia perlu lebih dipahami dan ditangani secara serius, bila diharapkan peningkatan produktifitas dalam usaha merealisasikan tujuan organisasi. Sumber daya manusia harus ditarik, diseleksi, dan ditempatkan secara tepat, kemudian dikembangkan untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya serta dimotivasi  sedemikian rupa agar ia memberi manfaat bagi kelangsungan hidup organisasi.


BAB III
PENUTUP

A.       Ksimpulan
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan  bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur Sumber Daya Manusia. Tugas Manajemen Sumber Daya Manusia untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya.
Menggunakan berbagai pendekatan untuk megetahui Manajemen Sumber Daya Manusia secara mendalam akan memudahkan kita untuk memahaminya. Manajemen sumber daya manusia, sebagai cabang dari manajemen dan seperti dibatasi dimuka adalah satu jenis ilmu, dan termasuk terapan, seharusnya dengan memahaminya, seseorang akan dapat mempedomani prinsip-prinsip atau kebenaran atas dasar yang dikemukakan dalam kehidupan nyata perusahaan untuk mencapai hasil tertentu.
B.        Saran
Dengan senang hati kami ekspresikan kepada kita semua yang telah membaca makalah ini, namun di balik ini semua kami sangat mengharapkan masukan tentang koreksi makalah kami. Tentu di dalam kami menyusun makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu kami berharap ada di antara kita semua sebuah masukan yang bersifat membangun. Kami ucapkan terimakasih.










DAFTAR PUSTAKA
Barthos, Basir. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta : Bumi Aksara
Manullang,M. 2008. Dasar-Dasar Manajemen, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Ndraha, Taliziduhu. 1997. Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya manusia,Jakarta : Rineka Cipta
Umar, Husein. 1998. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Siagian, Sondang P. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta : Bumi Aksara