KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmatnya dalam
kesempatan yang berbahagia ini kita masih di beri nikmat dan karunia oleh Nya.
Di dalam pembahasan makalah kali ini bertajuk seperti yang tertera di Cover,
dengan itu kami berfokus dalam materi seperti yang akan kita bahas nanti.
Makalah
yang tersusun ini sebagai tugas mata kuliah Manajemen SDM I, dengan berbekal
apa yang ada dalam Referensi yang ada. Selanjutnya kami banyak mengucapkan terimakasih
kepada bapak Untung Khoirudin,M.PdI. sebagai dosen Pengampu mata kuliah
Manajemen SDM I, dan juga kepada rekan-rekan semuanya yang telah berpartisipasi
dalam penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun secara tidak
langsung.
Selanjutnya
kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini bukanlah sesuatu yang terjadi
begitu sempurna, masih banyak kekurangan yang memang iu adalah dari kami
sendiri, harapan kami memohon untuk memberikan kritikan atau saran yang
bersifat membangun. Akhirnya kami ucapkan terimakasih.
Kediri, 30 Oktober
2015
DAFTAR
ISI
1. Halaman sampul
2.
Kata
pengantar
3.
Daftar
Isi
4.
BAB
I Pendahuluan
a.
Latar
belakang
b.
Rumusan
Masalah
c.
Tujuan
5.
BAB
II Pembahasan
6.
BAB
III Penutup
a.
Kesimpulan
b.
Kritik
atau Saran
7.
Daftar
Pustaka
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Faktor pertama yang harus
diperhatikan dalam sebuah organisasi adalah manusia. Ia merupakan aset termahal
dan terpenting. Ibaratnya manusia merupakan urat nadi kehidupan dalam
organisasi, karena eksistensi sebuah organisasi ditentukan oleh faktor manusia
yang mendukungnya.
Walaupun dalam perkembangannya,
manusia pernah diperlakukan hanya sebagai alat semata yang nilainya tidak jauh
dengan alat produksiuntuk mencapai hasil yang maksimal. Namun demikian tidak
dapat dinafikkan bahwa kunci keberhasilan sebuah organisasi bukan terletak pada
alat-alat yang mutakhir yang digunakan, akan tetapi terletak pada manusia yang
berada dibalik alat atau sumber daya tersebut. Tepat kiranya adagaum “the man behind the gun” menjadi jargon
sepanjang zaman dengan instrumen alat yang serba otomatis dan bertehnologi
tinggi. Jadi, tidak heran jika sumber daya manusia akan terus relevan
ditempatkan pada sentral organisasi.
Pentingnya sumber daya manusia memicu
akan keberhasilan suatu organisasi atau lembaga tertentu. Dengan begitu bahwa
manajemen sumber daya manusia ini merupakan hal terpenting yang harus dimiliki
setiap individu maupu kelompok demi ingin tercapainya hasil yang maksimal dari
apa yang telah dilakukan yang berhubungan dengan manajemen.
Bersatu padu dalam segala bidang pun
yang dilakukan oleh berbagai organisasi tidak akan bisa mendapatkan hasil yang
maksimal tanpa kualitas SDM nya. Jadi intinya pada pertemuan
kali ini kiat akan membahas tentang pentingnya manajemen Sumber daya manusia,
dan kita akan melihat penjelasan pada makalah ini.
B.
Tujuan
1.
mengetahui sedikit banyaknya tentang kepentingan terhadap Menejemen Sumber
Daya Manusia ?
2.
Memahami keadaan Menejemen Sumber Daya Manusia dalam suasana pemerintahan
Indonesia yang lebih spesifiknya ?
3.
Memahami Menejemen Sumber Daya Manusia dilihat dri berbagai pendekatan
Multidimensial ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sekilas Pentingnya Sumber Daya Manusia di Indonesia
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bagian dari manajemen
keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur Sumber Daya Manusia. Tugas Manajemen
Sumber Daya Manusia untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh
tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya.
Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga lainnya, baik besar maupun kecil
bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia. Akan tetapi
banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan merencanakan,
melaksanakan dan mengendalikan organisasi bersangkutan. Oleh Karena itu,
perlunya pengembangan sumber daya manusia dinegara kita, mengingat jumlah
penduduk Indonesia yang begitu banyak, yang merupakan sumber produktif
potensial dapat diubah menjadi sumber produktif yang nyata. Demikian
pula perhatian yang semakin besar di Indonesia, terhadap manajemen oleh
lembaga-lembaga swasta diharapkan akan mampu membawa dampak positif terhadap
perkembangan ekonomi dan perusahaan pada masa yang akan datang.
Kontinuitas pembangunan yang dilakukan
sekarang di Negara kita, betapa pun hanya dapat dipertahankan bila kualitas
sumber daya manusia yang ada, mendapat perhatian serius baik dari pemerintah
maupun dari kalangan swasta. Disinilah letak Manajemen Sumber Daya Manusia akan
berperan aktif untuk membina manusia agar menjadi bermanfaat dalam berbagai
macam pekerjaan. Sehingga Manajemen Sumber Daya Manusia akan menjadi penting
dalam meningkatkan mutu manusia agar lebih baik serta berguna untuk kedepannya.
B. Pentingnya Sumber Daya Manusia Melalui Pendekatan Multidimensional
1.
Pendekata Politik
Menggunakan pendekatan politik dalam
memahami gejala semakin besarnya perhatian pada manajemen sumber daya manusia
antara lain berarti mengkaitkan raison d’etre suatu Negara bangsa. Berarti pendekatan
politik melihat manajemen sumber daya manusia secara makro yang dapat
dipastikan mempunyai dampak terhadap manajemen sumber daya manusia secara
mikro.
Pendekatan politk terhadap pemahaman
pentingnya manajemen sumber daya manusia berangkat pula dari keyakinan yang
semakin mendalam dikalangan para politisi bahwa asset terpenting yang dimiliki
oleh suatu Negara bangsa adalah sumber daya manusianya. Pengamatan yang amat
kasual saja tentang pengalaman banyak Negara sudah membuktikan kebenaran
pendapat tersebut.
Logikanya ialah bahwa Negara-negara yang
sekaligus memiliki sumber daya, kekayaan alam dan sumber daya manusia lebih
mudah lagi mencapai kemajuan yang didambakan oleh masyarakatnya. Tanpa
manajemen sumber daya manusia yang handal, pengelolaan, penggunaan dan
pemanfaatan sumber-sumber lainnya menjadi tidak berdaya guna dan berhasil guna.
Dalam situasi demikian tidak mustahil gambaran tentang usaha pencapaian tujuan
nasional menjadi kabur yang pada gilirannya dapat berakibat pada kegelisahan
atau keresahan di kalangan masyarakat.
2.
Pendekatan Ekonomi
Mungkin dapat dikatakan bahwa pendekatan
ekonomi merupakan pendekatan yang paling erat hubungannya dengan pemahaman
meningkatnya perhatian semakin banyak orang pada manajemen sumber daya manusia.
Dikatakan demikian karena sumber daya
manusia sering di pandang sebagai salah satu factor produksi dalam usaha
menghasilkan barang atau jasa oleh satu kesatuan ekonomi. Alas an
lain ialah bahwa salahsatu criteria utama yang digunakan untuk mengukur tingkat
kesejahteraan ialah takaran ekonomi.
3.
Pendekatan Hukum
Salah satu indicator kehidupan
masyarakat modern adalah semakin tingginya kesadaran para warga masyarakat akan
pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing.
Instrument utama untuk menjamin
keseimbangan tersebut adalah hukum. Artinya, hak para warga Negara di jamin
dalam peraturan perundang-undangan. Berarti diperlukan pengaturan agar
keseimbangan antara hak dan kewajiban para warga masyarakat, baik sebagai
individu maupun sebagai anggota masyarakat, tetap terjamin.
4.
Pendekatan Sosiokultural
Pemahaman tentang semakin besarnya
perhatian makin banyak pihak terhadap manajemen sumber daya manusia juga
memerlukan pendekatan sosio-kultural. Pendekatan ini sangat penting karena
berkaitan langsung dengan harkat dan martabat manusia. Alasan utama lainnya
ialah karena meskipun benar bahwa teori manajemen, termasuk manajemen sumber
daya manusia, bersifat universal, penerapan tidak pernah bebas
nilai.
5.
Pendekatan Administratif
Salah satu ciri yang paling menonjol
dari abad sekarang ini ialah terciptanya berbagai jenis organisasi. Apapun yang
telah dicapai oleh umat manusia dalam berbagai macam dan bidang kehidupan
kesemuanya itu di capi dengan pemanfaatan organisasi.
Karena itulah manusia modern ini sering
disebut sebagai manusia organisasional. Dan sebagaimana di ketahui manusia
organisasional-lah yang menjadi focus analisis pendekatan administrative.
Dengan kata lain, terdapat hubungan ketergantungan antara manusia dengan
organisasi dalam arti bahwa manusia tidak lagi mungkin mencapi berbagai
tujuannya tanpa menggunakan jalur organisasional dan sebaliknya setiap
organisasi akan mencapi tujuannya dan sasarannya melalui usaha
kooperatif sekelompok orang didalamnya.
6.
Pendekatan Tehnologikal
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi mempunyai dampak yang sangat kuatterhadap manajemen sumber daya
manusia. Dilihat sepintas lalu, dampak tersebut dapat dikatakan bersifat
negative karena kesan yang segera timbul ialah bahwa pemanfaatan berbagai hasil
temuan di bidang teknologi berakibat pada berkurangnya kesempatan kerja karena
semakin banyak kegiatan yang tadinya dilakukan oleh manusia kini diambil alih
oleh berbagai jenis mesin.
Berarti kunci keberhasilan pendekatan
teknologikal terletak pada kearifan manusia menggabungkan kemajuan dibidang
teknologi dengan manajemen sumber daya manusia yang berangkat dari harkat
martabat manusia. Dalam konteks demikianlah sering ditonjolkan
pentingnya pemilihan teknologi tepat guna. Kesemuanya itu bermuara pada satu hal,
yaitu tuntutan yang semakin kuat terhadap peningkatan kemampuan mengelola
sumber daya manusia.
C. Berbagai Pencapaian Tujuan Bagi Manajemn Sumber Daya Manusia
1.
Pencapaian Tujuan Masyarakat
Dalam bidang apapun suatu organisasi
bergerak, dalam arti yang sebenarnya ialah menghasilkan suatu produk atau jasa
bagi kelompok-kelompok tertentu dimasyarakat. Artinya produk tersebut baik
berupa barang atau jasa harus diinterpretasikan dalm arti luas dan tidak
terbatas pada pengertian klasik, yaitu dalam arti barang atau jasa yang hanya
dihasilkan oleh organisa si-organisasi yang bergerak dibidang keniagaan saja.
Dengan interpretasi yang demikian jelas
terlihat bahwa tidak ada satu pun organisasi yang dapat mempertahankan
eksistensinya dan melestarikan keberadaannya tanpa mengkaitkan tujuan
organisasi dengan tujuan masyarakat luas. Artinya, tidak ada organisasi yang
bisa memperahankan dan melanjutkan eksistensinya dalam keadaan terisolasi dan
tanpa konteks. Berarti manajemen setiap organisasi harus memiliki
kepekaan terhadap tuntutan sosial yang ditujukan kepada organisasi yang
bersangkutan.
2.
Pencapaian Tujuan Organisasi
Manajemen sumber daya manusia yang baik
ditujuakan kepada peningkatan kontribusi yang dapat diberikan oleh para pekerja
dalam organisasi kearah tercapinya tujuan organisasi.
Dibentuknya satuan organisasi yang mengelola sumber daya manusia
dimaksudkan bukan sebagai tujuan, akan tetapi sebagai alat untuk meningkatkan
efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja organisasi sebagai keseluruhan.
3.
Pencapaian Tujuan Fungsional
Yang dimaksud dengan pencapaian tujuan
fungsional dalam bidan manajemen sumber daya manusia ialah keseluruhan langkah
dan prosedur yang harus ditempuh oleh satuan kerja yang mengelola sumber daya
manusia dalam organisasi sedemikian rupa sehingga sumber daya manusia yang
terdapat dalam organisasi mampu memberikan kontribusinya yang maksimal.
4.
Pencapaian Tujuan Pribadi
Bekerja bagi suatu organisasi dengan
memperoleh imbalan juga biasanya didasarkan keyakinan bahwa dengan bekerja pada
organisasi atau perusahaan itu seseorang akan dapat memuaskan berbagai
kebutuhannya, tidak hanya dibidang material, seperti sandang, pangan, dan papan
dan kebutuahan kebendaan lainnya. Akan tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya
bersifat sosial, prestise, kebutuahn psikologis dan intelektual.
Jelaslah bahwa pada mulanya motif
seseorang memasuki berbagai organisasi adalah pencapaian tujuan dan pemenuhan
kepentingan pribadi. Hal demikian adalah wajar dan merupakan gejala yang
universal. Akan tetapi dalam meniti kariernya, seseorang harus mau dan rela
melakukan berbagai jenis penyesuaian yang diperlukan akan seseorang diterima
sebagai anggota organisasi yang dihormati.
Artinya yang kemudian harus terjadi
ialah kesediaan semua anggota organisasi sebagai individu untuk membawa tujuan
dan kepentingan pribadinya kepada tujuan dan kepentingan lebih luas, yaitu
kepentingan bersama dan kepentingan organisasi sebagai keseluruhan, bahkan juga
kepentingan masyarakat luas.
D.Manfaat Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, sebagai
cabang dari manajemen dan seperti dibatasi dimuka adalah satu jenis ilmu, dan
termasuk terapan, seharusnya dengan memahaminya, seseorang akan dapat
mempedomani prinsip-prinsip atau kebenaran atas dasar yang dikemukakan dalam
kehidupan nyata perusahaan untuk mencapai hasil tertentu.
Namun ternyata, prinsip-prinsip yang
dikemukakan oleh manajemen sumber daya manusia banyak ditemukan melalui praktek
dan observasi umum tanpa penelitian dan eksperimentasi yang cukup diawasi
sehingga disngsikan validalitasnya, dan oleh karenanya hanya dapat diberi label
generalisasi yang berguna atau konsep teoritis saja. Tambahan juga karena
objeknya manusia, bukan benda matii, maka hubungan sebab akibat hanya estimasi
saja.
Pedoman-pedoman pokok yang terdapat dalam manajemen sumber daya manusia
jelas dan pasti dapat menambah pengetahuan dan keterampilan untuk bekerja
melalui orang lain. Kehidupan organisasi untuk bagian yang lebih besar
digerakkan oleh sumber daya manusia, bahkan sumber daya manusia perlu lebih
dipahami dan ditangani secara serius, bila diharapkan peningkatan produktifitas
dalam usaha merealisasikan tujuan organisasi. Sumber daya manusia harus
ditarik, diseleksi, dan ditempatkan secara tepat, kemudian dikembangkan untuk
menambah pengetahuan dan keterampilannya serta dimotivasi sedemikian
rupa agar ia memberi manfaat bagi kelangsungan hidup organisasi.
BAB III
PENUTUP
A.
Ksimpulan
Manajemen Sumber Daya Manusia
merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri
pada unsur Sumber Daya Manusia. Tugas Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan
pekerjaannya.
Menggunakan berbagai pendekatan untuk
megetahui Manajemen Sumber Daya Manusia secara mendalam akan memudahkan kita
untuk memahaminya. Manajemen sumber daya manusia, sebagai cabang dari manajemen
dan seperti dibatasi dimuka adalah satu jenis ilmu, dan termasuk terapan,
seharusnya dengan memahaminya, seseorang akan dapat mempedomani prinsip-prinsip
atau kebenaran atas dasar yang dikemukakan dalam kehidupan nyata perusahaan
untuk mencapai hasil tertentu.
B.
Saran
Dengan senang hati kami ekspresikan
kepada kita semua yang telah membaca makalah ini, namun di balik ini semua kami
sangat mengharapkan masukan tentang koreksi makalah kami. Tentu di dalam kami
menyusun makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Maka dari
itu kami berharap ada di antara kita semua sebuah masukan yang bersifat
membangun. Kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Barthos, Basir. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta :
Bumi Aksara
Manullang,M. 2008. Dasar-Dasar Manajemen, Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press
Ndraha, Taliziduhu. 1997. Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya manusia,Jakarta
: Rineka Cipta
Umar, Husein. 1998. Riset Sumber Daya Manusia Dalam
Organisasi, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Siagian, Sondang P. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta
: Bumi Aksara
15.38.00
assobir